1/2

January 30, 2010

Bagaimanapun ia terlihat, entah dimata siapa, aku mencintainya.


Aku mencari kebahagiaanku, mereka juga pastinya seperti itu. Sebenarnya tidak harus kembali, cukup hanya menatap hari ini. Lalu aku tertidur, lelah sekali. Dengan segala yang aku punya dan aku rasa, sebelum hari itu tiba, aku berkata kepada-Nya, ” lindungi ia yang menjadi separuh dari nafasku”, dan musimpun berlalu. Dipertengahan jalan, semuanya terasa begitu berat, mungkin aku terlalu berharap. Mungkin keinginan dan hati ini yang salah, entahlah tapi kurasa tidak. Aku ingin sekali berhenti berlari, aku lelah seperti ini, aku ingin percaya, aku ingin yakin kepadanya, juga kepada-Nya. Harusnya begitu, harusnya memang seperti itu. Aku bukan ingin berlari, hanya terlalu takut, terlalu takut untuk berjalan lagi. Aku memaafkannya, aku memilihnya.

Musim pertama, keinginanku untuk berjalan kembali tumbuh dan kali ini aku tidak berlari. Tidak salah, mungkin ia yang menguatkanku, tidak ada cacat, segala kepercayaan itu seperti memberinya kekuatan untuk menggenggam tanganku, aku yakin kami tercipta untuk itu. Ego, aku menguburnya dalam-dalam, aku hanya ingin terus melihatnya, ingin tetap menggenggam jemarinya. Tidak ada kata yang lebih tepat, aku kembali ‘berjalan’. Tawa tak lepas, tangispun seperti itu, kami berjalan cukup jauh, cukup jauh untuk membuktikan seberapa kuat kami. Seberapa keinginan ini menjadi tujuan kami. nanti.

Musim berikutnya, harapan itu begitu kuat, seperti akar yang terus mengerat perut bumi. Aku berubah, aku sudah menjadi bagiannya, tanpa sadar telah menjadi nafasnya. Dan saat itu tiba, aku tersadar bahwa semua ini nyata. Aku mencari rasa takutku, masih tetap ada, didalam sana, tapi tak apalah, aku akan membiarkannya tetap disana untuk selalu mengingatkan dan menguatkanku. Tak peduli seberapa jauh kami berjalan, aku yakin, aku bisa melewati ini. Bagaimanapun ia terlihat, entah dimata siapa, aku mencintainya. Sumpah itu didalam sini, tak perlu mereka tau, tak perlu ia tau. Cukup aku, dan Tuhanku.

….

Advertisement

6 Responses to “1/2”

  1. uwie Says:

    apa atuh apa ayank..heueheu.
    yah,cintailah ia.walau hanya Tuhan yg tau :)

  2. mira Says:

    aku ngga ngerti.. #nyengirkuda

  3. Sampoerna Says:

    waaaahhh dalem jg tuh . sampe takut tenggelem . hhihii..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.