Menjadi Abu-abu

October 16, 2011

Mungkin pada awalnya warna abu-abu tercipta dari mendung di langit, atau hanya sebuah warna yang ada lalu menjadi pelengkap saja?  Bahkan saya baru mengenal warna abu-abu saat beranjak 6 tahun, tepatnya di bangku kelas 1 SD. Masih ingat dulu hampir setiap hari menyanyikan lagu balonku ada lima, entah dikamar mandi, entah sedang berada diatas pohon, atau sebelum tidur, alhasil membuat ibu saya marah karna saya tidak kunjung tidur, dan itu pun saya masih juga belum mengerti eksistensi warna abu-abu karna tertutup oleh “hijau kuning kelabu merah muda dan biru“. Kelabu itu abu-abu? nah itu.

Awalnya, setelah saya tahu “Oh itu warna abu-abu”, “Oh seperti itu ya warna abu-abu” berharap saya akan tahu lebih banyak seperti saya mengerti tentang warna merah, hitam, putih atau kuning bahkan biru. Akan tetapi saat itu saya kesulitan memahami atau hanya sekedar mencari benda apa saja yang berwarna abu-abu, karna buat saya saat itu, warna abu-abu itu sangat tidak menarik, aneh, dan “Ih! warnanya gak keren!”. Pokoknya, mami! Adek gak suka warna abu-abu! Titik!, sambil memeluk boneka panda berwarna hitam-putih, kira-kira 19 tahun lalu.

Beranjak remaja “Anak Baru Gede”, saya mulai mengerti tentang warna dan pengaruh psikologi terhadapnya. Berawal dari mendengar  tentang warna bendera Indonesia, yang kalau kata orang merah berarti berani dan putih berarti suci, dari situlah awal ketertarikan saya dengan warna dan maknanya kepada diri saya pribadi. Tidak jarang, bisa menilai orang dari warna “aura” yang dibawanya. Ntah ini kelihaian sejak kapan, yang jelas tidak selang berapa tahun, santer banyak ditayangkan berita tentang adanya foto aura dan bagaimana kondisi seseorang dinilai dari warna pada foto auranya.

Yah, sekarang saya, menurut usia, sudah bisa dikatakan sebagai orang dewasa. Dan sejak hari ini saya memutuskan untuk tidak menyukai warna abu-abu. Kenapa? Ngg.. mungkin karena auranya membuat saya merasa kesepian. Kesepian seperti apa, entahlah. Coba saja langit yang sedang menangis itu tidak berwarna abu-abu.

“ Kodrat abu-abu itu membunuhku. Aku lebih bahagia jika bisa melihatnya hanya dengan hitam dan putih saja.”

Oh ya, tulisan diatas ini sebenarnya hanya pembenaran saya saja. Yang memang sama sekali tidak mengerti baik dan buruk seperti apa. Tapi mungkin sedikit tahu, benar dan salah itu yang bagaimana. Mungkin juga seperti, saya lebih suka berjalan, karena berjalan adalah cara yang paling baik untuk merenung. Bukan berlari, tidur, loncat apalagi terbang. Dengan berjalan, ‘abu-abu’ku bicara, ini bukan hitam, ini bukan putih, ini proses, dan tiap sisinya memiliki arti berbeda ditiap-tiap kepala. Tuhan, seandainya kehidupan ini memiliki satu jalan Tol lurus tanpa macet. Tapi tidak semua ‘ingin’ terwujud dan semua ‘beban’ dapat terangkat kan? Ya begitu.

Beranda, Sepuluh Malam

October 15, 2011

” Dipertiga malam, saat lelapku tak pernah datang. senja yang kemerahan itupun tidak pernah mengabarkan. Seperti sakura yang mati terlewatkan musim, terabaikan.”

Lelah telah menjadi raut mukaku, dan rindu menjadi arah angin masih ingat, saat menangis pertamaku? Mungkin tak kau sadar, aku bertambah tegar, walau tetap seringnya menangis hambar. Aku pasti akan kembali menjadi bunga yang menanti untuk mekar, memastikan kau baik-baik saja seperti sebuah senyuman lebar.

Pada akhirnya, kita pasti bisa menikmati bulan malam bersama, tidak seperti sumpah serapahmu yang mencaci maki isi kepala dan hati. Kita pasti bertemu lagi, aku, pada dirimu sekarang dan kau yang mungkin tidak lagi berharap apa-apa dariku karna lupa dan menua. Lalu kita terus bicara dan kau menertawakan kebodohanku dibelakang. Ya tak apalah aku bodoh saat itu, toh aku melihatmu malam ini dibawah malam dengan bukan isi kepala yang tetap sama.

Ahh.. Ternyata kau bisa juga salah, aku bahagia sekarang, aku menemukan duniaku yang lebih baik dari saat kemarin itu. Aku menyeringai silau di malam ini, karna senjamu. Aku sayang kamu, yang tidak pernah keluar dari bibir ini. Kau juga begitu kan? Kita hanya terlalu egois untuk mengakui. Tak apa. Aku suka aku yang saat ini, karna air mata dan kecewa di masa itu.

….

Duapuluh Sebelas

February 27, 2011

Aku menulis lagi, dengan sedikit keberanian. Entah kenapa menulis menjadi terasa sulit dilakukan belakangan ini. Sampai sekarang pun masih dipikirkan apa blog ini dihapus saja?  diabaikan atau bagaimana ya? #garuk. Dan ya, pada akhirnya seseorang menggelitik naluriku untuk menulis lagi. Lalu rasanya? rasanya…. kaku, diikuti dengan kejang-kejang, mulut berbusa dan… #eaaa

@papillonsty,  [8.39AM] January 24th Duapuluh Sebelas

” Jangan robek-robek sembarangan lagi, yg sudah ditulis itu walaupun dirobek, dihapus, tetap saja pernah keluar dari hati. “

Ini, kalimat dari sebuah mimpi.
Ini, kalimat yang membuatku menulis lagi.
Ini, untaian kata tak nyata dari mimpiku, yang diucapkan dia.
Read the rest of this entry »

Resep Mie Goreng Tektek!

February 24, 2010

Hahayy dihayy people! Gue lagi sakit nih.. and penyakit gue aneh! Mau tau nama penyakitnya? ini dia…….. *jengjengjeng* holoh.. iye okay, nama penyakitnya adalah penyakit #kalongtwitter. Penyakit yang melandaku sejak twitter berjangkit juga akhir² ini di kalangan masyarakat kita. Dan akibat dari penyakit inilah, gue makin susah buat tidur, begadangan mulu, and minimum melek ampe jam 8pagi. Oh.. betapa semua itu terasa tidaklah lengkap jika tidak ada camilan ato makanan dikala malam hingga pagi menjelang.

And oleh sebab itu! Maka! Gue selalu menyiapkan beberapa perlengkapan begadang ala penyakit #kalongtwitter gue itu dengan makanan yg lazizz..!! Dan resep gue kali ini.. hampir tiap malem gue bikin! Alhasil, penyakit #kalongtwitter gue ini tumbuh dengan suburnya #kenatimpukpanci

Oke, yang mau nyobain? and mempunyai problem penyakit yg sama ama gue, resep ini patut dicoba, hoho~ walopun bukan resep Special² amat ya.. tapi ini postingan pertama gue ttg resep, yg gue pikir bakal ada lanjutannya :D And here they are… MIE GORENG #KALONGTWITTER ala chef Ctyyy… #kenatampar! Read the rest of this entry »

1/2

January 30, 2010

Bagaimanapun ia terlihat, entah dimata siapa, aku mencintainya.


Aku mencari kebahagiaanku, mereka juga pastinya seperti itu. Sebenarnya tidak harus kembali, cukup hanya menatap hari ini. Lalu aku tertidur, lelah sekali. Dengan segala yang aku punya dan aku rasa, sebelum hari itu tiba, aku berkata kepada-Nya, ” lindungi ia yang menjadi separuh dari nafasku”, dan musimpun berlalu. Dipertengahan jalan, semuanya terasa begitu berat, mungkin aku terlalu berharap. Mungkin keinginan dan hati ini yang salah, entahlah tapi kurasa tidak. Aku ingin sekali berhenti berlari, aku lelah seperti ini, aku ingin percaya, aku ingin yakin kepadanya, juga kepada-Nya. Harusnya begitu, harusnya memang seperti itu. Aku bukan ingin berlari, hanya terlalu takut, terlalu takut untuk berjalan lagi. Aku memaafkannya, aku memilihnya.

Read the rest of this entry »

“Tidaaaaaaaaaakkk..!!!”

Gue terbangun disiang hari (belum diatas jam12 dink) dengan keadaan seperti diatas. Berteriak dengan nafas terengah-engah. Gue sedih! gue sedih bangettt, gue guling-guling ditempat tidur, meronta-ronta dengan sedikit rintihan tangis yang begitu dalam. Dan gue lagi ga becanda.

Salah satu dari anggota keluarga gue ilank.. Read the rest of this entry »

Awkward

January 27, 2010


“Mungkin kita boleh mengikuti arus deras hujan, tetapi kita tidak boleh hanyut didalamnya. “

Seseorang mengirimkan pesan melalui sms di pagi buta. Pesan pembuka cerita dari masa lalu, mengungkit hal ‘gelap’ yang udah gue tinggalkan lama. Mungkin dia sedang mencoba memasukkan gue (lagi) kedalam skenarionya. Perlahan, menjelaskan dan sekali lagi mencoba bahkan untuk kesekian kali ingin membenarkan tindakannya. Ego yang sampai saat ini begitu pengar menyedak indra penciuman gue. sigh*

Never regret it. Gue ga pernah menyesal akan seorang dia. Terlebih mungkin dia seseorang yang.. Read the rest of this entry »

Maenan Baru~

January 16, 2010

Hey! udah 3hari asik sendiri nih.. gue punya maenan baru yang mengasyikkan. Sampe lupa makan, lupa mandi, lupa telpon pacar. lahh lebay~ gara-gara FB sih, adik ipar gue (pacarnya adik gue rally, red) Dia ngajak maen ni game 3D Messenger. Pertamanya sih ga begitu tertarik, tapi pas pertama kali bikin ID, masuk ke game aplikasinya, dituntun ini itu, HOREE!! paham juga.. hoho~

Lama-lama keasikan sendiri deh maen Club Cooee

MUahahaha.. ini dia tampilan 3D di desktop gue (printscreen). Bisa dilihat ada 2 avatar, itu gue bersama adik tercinta (Jack Rally Jachmoon), sedang berjoget-joget ria, huyuh.. look at his butt! hahhaha.. Read the rest of this entry »

BLOGGER murtad? haha!

January 10, 2010

eaaa… uda lama bgt ga posting.. ga mau bilang akh kenapa, jyahaha.. berasa ada yg mau tanya tanya getoh..

well.. kangen bgt nulis.. kangen bgt dengan teman-teman maya, teman-teman di twitter, uhu.. baru sadar klo ini kebiasaan yg sering gue lakuin. hilang- muncul, hilang – muncul. apa maksudnya, dan typical manusia seperti apakah saya ini? heu.. ok, gue dibilang BLOGGER MURTAD ama temen-temen blogger lainnya. (well guys, gue juga sebenernya ga eksis and baru pemula kan?) haha

and yee ha!! It’s 2010!

Tapi gue belum merenung and “lookback”, belum intropeksi and tafakur (cieh) apa-apa aja yang harus gue perbaiki dan gue rehab, gue kurangin, dan yang harus gue tambahin. Gue cuma berharap, tahun ini lebih baik dan lebih terencana, mimpi-mimpi, harapan-harapan bisa tercapai. Gue juga bisa lebih baik lagi, lebih-lebih sama orangtua, moga gue bisa ngebuat mereka bangga, bisa bahagiain keluarga, pacar, sahabat-sahabat. AMIN

WISHING WISHING… jujur, terlalu berat isi kepala, sampai akhirnya terkadang gue memilih untuk lari.Gue sadar ga mungkin masalah itu terselesaikan tanpa usaha, tanpa gue hadapin, tapi ya.. ini yg gue harap dari seorang gue ditahun 2010 ini. Lebih dewasa, lebih berfikir kedepan, lebih serius (kadang gue merasa gue terlalu serius padahal engga). huaahh~ sudalah.. mari hadapi tahun ini. Keep Believing, keep trying.

May God Bless Us

Unconscious

September 8, 2009

Kemarin, yup.. hari sebelum hari ini. Hari dimana gue ngerasa fit, super fit, amat sangat fit, fit so much, fit-ri tropika (baca, lebay). Dikarenakan kondisi kepedean gue ini, gue memutuskan untuk melaksanakan taraweh PERDANA gue. Perdana donk, dengan segala kelengkapan, dari mulai mukenah bordiran berwarna pink (kayaknya motif bunga-bunga deh), sajadah kecil minimalis kesayangan, sendal jepit yang penampakannya ga bakal digondol maling, sedikit percikan splash cologne di leher dan pergelangan tangan, biar samping gue nanti sedikit mencium bau surga, ceehh.. pede.

Dengan seteguk air putih, gue mulai melangkah semangat menuju mesjid (sampingrumah) dengan bokap, adek dan pembokat gue. 3langkah, 7langkah, 10 langkah.. maka sampailah. Ternyata mesjid tidak seberapa ramai, padahal adzan sudah berlalu sekitar 7menit. Gue langsung melangkah masuk, tentunya dengan mencari tempat aman buat sendal belel gue terlebih dahulu. Memilih shaf terdepan pojok kanan, guna menghindari gangguan-gangguan anak kecil yang pecicilan, gue langsung sholat sunah masjid. Selesai. Dan duduk anteng lagi. *menariknafaspanjang* hmm.. menghirup udara yang bersirkulasi; khas mesjid, sejuk, lengang, dan tenang. KOMAT pun terdengar. Ayoo.. Let’s get rumble..!! Semangat sty kamu bisa!

Gue punya alasan kenapa baru ikut taraweh dihari kesekian ini. Yup, tentunya setelah menghimpun banyak tenaga, dan gizi hihi. 3 tahun sudah, berarti 3x puasa sejak kejadian “itu”. Sejak aku bermusuhan dengan dokter :D , sejak fisik ini sulit diajak kompromi. well.. back to “Semangat sty kamu bisa,!” Isya terlewati.. ready for tarawehan. 11rakaat! ooh siaapp~ *degdegdeg* 2rakaat terlewati, 6rakaat, 9rakaat, dan..

Angin dingin tiba-tiba seperti memelukku, Bbrrr.. apaan si ini tiba-tiba dingin gini? Dari dalam badan gue seperti keluar hawa panas, ” Haloo~ gue bukan lagi ber-Spa ria..” Then i feel someone’ s hand, trying to give me something. Kertas? ditangan gue ada kertas, tiba-tiba ada kertas! Ha?

Read the rest of this entry »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.